logo fad bali Forum Anak Daerah Provinsi Bali

Perlindungan terhadap anak merupakan hal yang sangat penting mengingat kekerasan terhadap anak marak terjadi saat ini. Forum Anakl Daerah Provinsi Bali (FAD BALI) merupakan sebuah organisasi dari anak, oleh anak, dan untuk anak yang telah menunjukkan kiprahnya sejak tahun 2006 silam dengan menjunjung hak-hak anak yang terabaikan. Dengan memanfaatkan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) serta derasnya arus informasi terutama sejak adanya internet, maka dirasa perlu untuk membuat suatu wadah yang memberi informasi mengenai eksistensi FAD BALI sehingga nantinya dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat umum bahwa anak-anak juga dapat memberikan kontribusi.

Inilah hasil seleksi calon peserta Mimbar Anak Bali VI/2012

http://www.scribd.com/doc/94273477

Selamat ya buat yang menang :D

Untuk info selanjutnya bisa hubungi Bayu Wikrama: 081999469444

Hi guys..

Hmm..

Buat teman-teman yang pengen ikutan MAB VI bisa download di http://www.scribd.com/crizzn/d/92059628-FORMULIR-Dan-Surat-Pernyataan

Pontianak (ANTARA News) – Diduga karena hiperaktif dan cacat mental, seorang anak bernama Januper (8), warga Jalan Budi Utomo, Kecamatan Pontianak Utara, pada bagian kaki kanannya, dirantai oleh orangtuanya selama lima tahun.

Orang tua Januper, berinisial AK (50) memasangkan rantai di kaki kanannya, serta menempatkannya di ruang tamu rumah kontrakan mereka di Jalan Budi Utomo, Gang Selat Sunda, RT 02 RW 09, Kota Pontianak.

Kepala Kepolisian Sektor Utara, Ajun Komisaris (Pol) Pungky Buana Santoso, Selasa, menyatakan mengetahui peristiwa itu setelah mendapat informasi dari Yayasan Nandadian Nusantara Kalbar.

Yayasan perlindungan anak dan bantuan hukum itu mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada seorang anak laki-laki yang dirantai oleh orangtuanya. “Setelah mendapat kabar tersebut kami langsung meluncur ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” kata Pungky Buana Santoso.

Ia mengatakan, melihat kondisi anak itu, pihaknya lantas membawa korban dan beberapa orang saksi ke Polsek Utara untuk diamankan. Hingga kini Polsek Utara masih melakukan pencarian terhadap orangtua anak itu, Ak untuk dimintai keterangan.

Menurut dia, tidak menutup kemungkinan perlakuan orangtua dengan merantai anaknya akan mengarah kepada tindak pidana.

“Kami sangat menyayangkan kenapa baru sekarang kasus tersebut dilaporkan, sehingga anak itu harus menderita selama lima tahun dan hidup dalam kondisi dirantai,” katanya.

Hingga kini pihak Polsek Utara masih belum bisa menentukan Undang-undang yang akan dijeratkan kepada orangtua Januper, karena masih belum dilakukan pemeriksaan. Sampai berita ini diturunkan orangtua Januper masih belum berada di Polsek Utara.

Sementara aktivis Yayasan Nandadian Nusantara Kalbar, Devy Tiomana, mengatakan, akan memulihkan trauma yang dialami Januper sebagai akibat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta mengecek kebenaran apakah memang benar anak tersebut mengalami cacat mental.

“Saya melihat secara sekilas anak tersebut tidak mengalami kelainan yang menonjol, kalau memang nakal saya melihat wajar-wajar saja, apalagi anak laki-laki. Kita berharap penanganan kasus ini bisa secepatnya diselesaikan,” katanya.(*)       http://www.antaranews.com/view/?i=1190712318&c=NAS&s=

Pernahkan terlintas di pikiran Anda, Lebih hebat manakah kita dengan anak jalanan / pengamen? Apakah kita yang lebih hebat? Bagi Anda yang menjawab demikian Anda SALAH BESAR …tahukah apa yang membuat comment kita tersebut salah?

Mungkin bila kita melihat orang jalanan / pengamen yang selalu yang ada di benak kita adalah anak kita yang kotor, kumuh, dan nakal. Memang semua itu benar, tapi ada suatu hal yang lebih berharga di balik semua itu. Anak jalanan /pengamen mempunyai suatu keistimewaan yang tidak kita miliki. Apa keistimewaannya? Tiap hari mereka mampu melawan kekejaman kehidupan hanya untuk 1 tujuan yaitu mencari uang untuk hidup 1 hari. walaupun yang didapat sedikit namun mereka tetap bersyukur dan tak mengenal kata “putus asa” untuk kembali berjuang pada hari-hari selanjutnya. Namun bagaimana dengan kita? Kita tidak tiap hari merasakan kekejaman dunia, hanya pada waktu tertentu saja namun lebih parahnya kita selalu gampang berputus asa bila mengalami kegagalan dan yang lebih parahnya lagi kita tidak pernah mensyukuri apa yang kita punyai saat ini. Sekarang lebih hebat manakah ?kita atu anak jalanan?

Read more: http://www.resensi.net/sisi-lain-anak-jalanan/2010/02/#ixzz1eB8jFMU3

sumber : http://www.resensi.net/sisi-lain-anak-jalanan/2010/02/

Hi all…
Ini FAD Bali mau bagi pengalaman nii wktu Kongres Anak Indonesia X 2011 di Bandung, Jawa Barat. Jadi, Forum Anak Daerah Bali mengirim 10 duta anak, diantaranya adalah:
I NYOMAN INGGI INDRAYANA KENDRAN (JEMBRANA)
GEDE ANGGAN BAYU PERMANA (BULELENG)
PANDE MADE FITAWIJAMARI (TABANAN)
MADE PRADNYANITI CHANDRA DEWI (DENPASAR)
NI KADEK YUDHA HESTYNATALIA (DENPASAR)
NI PUTU DIAH ANTARI SUWAWI (KLUNGKUNG)
MADE DEWINTA CAHYANINGTYAS (KARANGASEM)
LUH VUDA SASMITHA (GIANYAR)
KRISHNA WASUDEWA SUBIAKTA (BADUNG)
A.A. RESTANA WIRA ADNYANA (BANGLI)
mereka dikirim mewakili Provinsi Bali untuk mengikuti Kongres Anak Indonesia X 2011 di Bandung, Jawa Barat.

1st day, 18 Juli 2011:
Sesuai hasil rapat pada waktu temu koordinasi di Hotel Adiyasa pada 10-12 Juli 2011, maka kami memutuskan bahwa Gede Anggan Bayu Permana yg akan mewakili Bali sebagai ToT (Training of Trainers) atau Fasilitator. Maka dialah yang paling dulu berangkat diantara duta anak bali yang lain.

2nd day, 19 Juli 2011:
Akhirnya duta-duta anak Bali 2011 brangkat deh k Bandung (minus Anggan ya). Mereka brangkat jam 09.45 WITA sampai di Bandara Soekarno-Hatta jam 11.00 WIB. Mereka sampai di hotel Grand Royal Panghegar jam 16.30 WIB. Setelah check-in (mereka dapet kamar di Lantai 13 kecuali Wira dan Anggan yg dapet kamar di lantai 4 dan 7). Setelah mandi mereka langsung cuss sembahyang di Secapa TNI AD Dago, Bandung. Setelah sembahyang balik lagi di hotel dan akhirnya.. ketemu Anggan deh.. Setelah itu ikut dinner di ballroom hotel sambil mendengarkan sambutan dari panitia kongres.

3rd day, 20 Juli 2011:
Breakfast, longmarch ke Gedung Merdeka (Gedung Konferensi Asia Afrika). Setelah itu diadakanlah pembukaan Kongres dengan pembunyian angklung secara bersamaan. Kemudian masing” duta bergabung di komisi-komisi mereka, mreka rapat sampai malam. Kemudian mreka balik ke hotel deh. Langsung tidur Zzz…

4th day, 21 Juli 2011:
Pemilihan calon duta, sempet sih beberapa dari duta anak bali yg lolos ke 25 besar calon duta anak indonesia. Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, semua duta Anak Bali tidak terpilih, mungkin tahun depan dicoba lagi ya *hehe.

5th, 22 Juli 2011:
It’s time to shopping, pertama ke rumah gubernur dulu. Bali dapet mentas duluan dengan sebuah tarian. Setelah dari rumah gubernur, mereka kemudian ke Biofarma Bandung (sebuah pabrik penghasil vaksin terbesar di Asia Tenggara), kemudian.. ke CIHAMPELAS deh (shopping). Mreka borongan lho, ad yg bli baju, snack, dsb. Kemudian cuss ke hotel karena mereka harus bersiap-siap untuk ke Saung Mang Udjo (Sanggar Angklung).

6th, 23 Juli 2011:
Puncak peringatan Hari Anak Nasional, longmarch ke gedung Merdeka lagi. Setelah peringatan sempat diajak tour keliling Bandung. Setelah itu cuss ke hotel, di hotel para Duta Anak Bali berpisah dengan kak IB Mandhara Brasika (Ka Nara sampai nangis lhoo *haha). Berpisah dengan teman-teman dari Provinsi lain.

Setelah nginep 1 hari kemudian mereka brangkat dari SOETTA airport jam 09.00 WIB dan sampai jam 12.00 WITA di Bandara Internasional Ngurah Rai, kemudian para duta ini berpisah..
*bye sekian dulu yya hahaha…

Tak terasa ya teman-teman, Mimbar Anak Bali sudah berlangsung 5 kali !! hehe.. seperti tahun-tahun sebelumnya MAB V kali ini mempunyai tujuan yang sama, yaitu menjadi wadah bagi anak-anak se-Provinsi Bali untuk menyatakan pendapat, berapresiasi, tentang masalah seputar duaia anak yang ada di Provinsi Bali, merumuskan Suara Anak Bali yang akan dibawa ke Kongres Anak Indonesia (KAI) nanti, dan memilih Duta Anak Bali 2011 untuk nantinya diberangkatkan Ke KAI 2011 di Bandung! ayeee… :p !! tapi ada yang spesial di tahun ke 5 penyelenggaraan MAB kali ini, ada yang tahu?? Yeppp selain peserta ditambah menjadi 5 orang, juga diadakan polling terbuka untuk memilih duta anak bali terfavorit melalui situs jejaring social facebook, dengan cara nge-like foto dari setiap peserta yang lolos tahap seleksi. Oiya seleksi ke masing-masing kabupaten/kota dilaksanakan pada 20 Mei sampai 8 Juni 2011 !!. hehe langsung aja yuk kita simak cerita MAB V , selamat membaca :D

Minggu, 19 Juni 2011 acara tahunan Mimbar Anak Bali V pun dimulaii! Sejak pagi sudah banyak peserta dari berbagai Kabupaten/Kota telah berdatangan ke Balai Pelatihan dan Kesehatan BPKKTK Provinsi Bali atau biar gak kepanjangan kita sebut aja Bapelkes :p. sesampainya peserta di Bapelkes, mereka langsung registrasi di Lobi asrama, setelah itu mereka langsung menuju kamar-kamar masing-masing untuk menaruh tas bawaan. Semua peserta telah terkumpul, kini saatnya kita menuju ruang siding!. Namun sebelum siding , kita melakukan pencairan sebentar , hhe.. sidang dimulai dengan presidium sidang sementara yaitu kak bayu wikrama sebagai ketua, kak dayu manik sekretaris dan kak rusta anggota :D .
Sidang paripurna pertama membahas tentang tata tertib persidangan dan presentasi tiap kabupaten tentang masalah yang ada di daerah mereka masing-masing. Oh iya hampir aja lupa, siang itu diadakan juga pemilihan presidium sidang tetap, kak bayu tetap sebagai ketua presidium, untuk sekretaris dan anggota diadakan vote, yang mau jadi sekretaris atau anggota boleh mengajukan diri dan nanti akan dipilih oleh semua peserta sidang, dan akhirnya terpilihlah Niti dari Kota Denpasar dan Hesty dari Kota Denpasar sebagai sekretaris dan anggota sidang :D ! Lho kok Denpasar semua ya? Hahaha :p Tak terasa waktu sudah menunjukan jam 1 siang, saatnya makan siangggg!!! Makan siang ala prasmanan memungkinkan orang untuk menentukan porsi dan selera makan mereka, hhe.. habis makan kita dengerin materi yang disampaikan oleh bu Retno, pemberian materinya bagus bangeettt!!. Habis pemberian kita langsung aja Outbond!!! Eits sebelum outbond ganti baju dulu yaw hhe.. outbond kita diadakan di pantai deket bapelkes. Udara dingin langsung menyapa kami sesampainya di tempat tujuan. Langsung aja deh outbondnya! Outbondnya seru, kalo nggak salah ada 3 game yg kam mainkan, dan semuanya game bergrup , jadi perlu kekompakan!!.hari sudah menunjukan pukul 05.30 habis outbond kami balik ke bapelkes buat beristirahat , mandi, sembahyang, dan langsung maem malem! Habis maem malem, waktunya sidang komisi, sidang komisi berlangsung alot, terbukti komisi pendidikan meminta tambahan waktu 1 jam lagi.. yo wess gakpapa demi anak2 Bali apasih yang nggak  sidang komisi itu membahas masalah dan solusi untuk anak, masyarakat/LSM, dan pemerintah jadi wajar aja alott. Setelah sidang komisi saatnya membuat jargon dan yel-yel dari tiap komisi, tak terasa waktu sudah menunjukan jam 11 malam, peserta harus segera beristirahat karena besok jadwal mereka lebih padat lagi, sekaligus harus menyiapkan presentasi komisi dan menyusun suara anak bali. Walaupun begitu tampaknya peserta belum langsung mau tidur nihh, terlihat sebagian besar dari mereka lebih tertatik untuk saling mengenal satu sama lain ! gapapa deh, yang penting jangan lupa tidur ya teman-teman hehehe 
Coming Soon : MAB V day 2

senin, 19 Juni 2011 bertempat di Balai Kesehatan BPKKTK, Forum Anak Daerah Provinsi Bali kembali mengadakan Mimbar Anak Bali yang bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Anak dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali. Pada MAB di tahun kelima ini diikuti oleh 45 orang peserta dari seluruh kabupaten/kota Provinsi Bali.
Kegiatan MAB V diawali dengan seleksi di masing- masing kabupaten/kota sehingga terpilih 45 orang calon duta anak Bali yang dianggap memiliki dedikasi dan mampu menyuarakan aspirasi anak- anak Bali. MAB V dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 19-21 Juni 2011. Kegiatan ini bertujuan untuk memilih Duta Anak Provinsi Bali untuk mengikuti Kongres Anak Indonesia. Biasanya MAB sebelumnya tidak diadakan grand final melainkan hanya karantina kemudian hasilnya diumumkan melalui surat ke masing- masing Dinas Pemberdayaan Perempuan, satu sampai dua minggu setelah MAB. Namun, tahun ini sangat istimewa karena tahun ini merupakan kali pertama diadakannya Grand Final. Setelah terpilih Duta Anak Bali ini akan diadakan temu koordinasi untuk mempersiapkan keberangkatan menuju Kongres Anak Indonesia. “Saya berharap kegiatan MAB selanjutnya dapat berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya.”, ujar Bayu, sebagai salah satu panitia kegiatan MAB V ini.

DENPASAR