Kongres Anak Indonesia VIII/2009 : Bebaskan Kami dari Eksploitasi, Kekerasan, Penelantaran, dan Diskriminasi [Day 2]

Posted: 16/08/2009 in Kongres Anak Indonesia VIII/2009
Tag:, ,

Tak terasa, hari ini sudah hari selasa. Kami,anak-anak Bali segera mandi dan bergegas menuju kamar mbak Titik untuk berias karena nanti tepatnya pada pukul 09.30, pada saat Kak Seto datang, kami diberikan kesempatan untuk membuka acara Kongres Anak Indonesia yang ke VIII.

Pada kesempatan ini, kami akan menampilkan busana adat ke pura (Maitri dan Bayu) dan busana adat ke kondangan (Dyah dan Dede). Seteah itu, Bali akan menampilkan tarian yang akan dibawakan oleh Dayu Ita.

Yang perempuan, berias dan ganti baju di kamar Mbak Titik. Untuk masalah sanggul, kami dibantu proses penyanggulannya oleh Bu Masni. Untuk tata rias, kami dibantu oleh Dayu Ita dalam prosesnya. Tidak lupa pula Nandika dan Meni turut serta membantu kami. Untuk yang laki-laki, proses tata riasnya dibantu oleh Kak Wahyu dan Kak Nara. Kami saling bantu membantu agar nantinya kami bisa datang tepat waktu dan sukses membuka.

Saat kami sudah siap, segera kami bergegas ke aula Graha Insan Cita. Saat kami ke sana, suasana sudah ramai dan dipenuhi oleh teman-teman dari seluruh penjuru Indonesia.

********************************************

Pre-Pembukaan diisi dengan tarian teman-teman kita dari NTB. Mereka berseragam warna biru dan menampilkan dengan lincah tarian daerahnya. Setelah itu, Kak Seto datang, disambut dengan nyanyian

“Kak Seto siapa yang punya”

“Kak Seto siapa yang punya”

“Kak Seto siapa yang punya”

“Anak-anak Indonesia”

Setelah Kak Seto duduk, dan tibalah saatnya penampilan Bali yang sudah ditunggu-tunggu. Dengan membawa spanduk bertuliskan Forum Anak Daerah Bali, kami berusaha menampilkan yang terbaik berbekal apa yang telah dipelajari kemarin.

Setelah peragaan busana, kemudian dilanjutkan dengan tarian yang dibawakan oleh Dayu Ita. Gemuruh tepuk-tangan, lampu-lampu blitz dari kamera serta sorotan handycam membahana di ruangan itu.

Setelah Bali tampil, tibalah saatnya anak-anak Banten dengan angklungnya menampilkan tarian daerahnya dan acara pembukaan dengan menampilkan budaya daerah berlangsung dengan sukses.

Setelah Banten tampil, acara dilanjutkan dengan Doa dan Lagu Indonesia Raya. Setelah itu acara dilanjutkan dengan laporan ketua panitia KAI VIII yakni Pak Arist. Namun sayangnya saat itu Pak Arist tidak dapat hadir karena sedang mengurus kasus anak-anak yang dituduh melakukan judi di Bandara Soekarno-Hatta, oleh karena itu, laporan ketua panitia kali ini diwakilkan oleh Bunda Lisda.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Kak Seto kemudian dilanjutkan pula dengan sambutan perwakilan anak peserta KAI. Dalam hal ini, diwakilkan oleh Kak Rizka. Kami peserta KAI juga diberikan kesempatan untuk berdialog dengan Kak Seto.

Setelah acara KAI VIII dibuka, dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang. Sebelum ke ruang sidang, kami, Kontingen Bali sempat berfoto-foto terlebih dahulu dengan Kak Seto. Wah, narsis-narsis yah.

Tibalah saatnya kami menuju ruang sidang untuk mengikuti sidang paripurna I ini. Sidang paripurna ini berlangsung di auditorium dan dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan RI, Ibu Meutia Hatta.

Agenda sidang paripurna I kali ini yakni menetapkan pimpinan sudang dan mengesahkan jadwal dan tata tertib KAI VIII. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan coffe break dan dilanjutkan dengan presentasi hasil forum daerah. Dari bali, kami mempresentasikan hasil Deklarasi Anak Bali sebagai wujud apresiasi anak-anak Bali terhadap pelarangan iklan, promosi, dan sponsor rokok. Selain itu, dalam waktu 5 Menit, kami juga mempresentasikan mengenai Suara Anak Bali sebagai hasil dari Mimbar Anak Bali III/2009.

Setelah istirahat dan makan siang, acara dilanjutkan dengan istirahat dan makan malam sebelum melanjutkan kembali dengan acara pembentukan komisi-komisi. Pada saat pembentukan komisi-komisi, kami dibagai ke dalam 5 komisi. Bayu masuk ke Komisi I (Pendidikan), Dyah dan Pinata ke Komisi II (Kesehatan), Tanti masuk ke Komisi III (Perlindungan Khusus), Dayu Ita dan Dede ke Komisi IV (Partisipasi), sedangkan aku dan Adhi masuk ke Komisi V (Jaringan dan Pemilihan Duta).

Setelah dibagi ke dalam komisi-komisi, kami segera masuk ke dalam komisi masing-masing untuk pencairan suasana dan perkenalan. Tentu saja kami harus berkenalan satu sama lain karena pada esok harinya kami akan mendiskusikan bersama untuk menghasilkan satu tujuan. Tentu saja auditorium menjadi sangat ramai. Ada yang berteriak, menyerukan iyel-iyel dan jargon, ada yang bergemuruh, dan lain sebagainya sehingga suasana yang tadinya hening menjadi ramai dan menyenangkan.

Sepertinya waktu yang disediakan untuk berkenalan satu sama lain terasa kurang. Tepat pada pukul 22.00 kami harus segera bergegas tidur karena esok harinya kami akan melakukan perjalanan yang lebih panjang lagi.

[cont.]

**Mai_3**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s